PREMI ASURANSI

TUGAS

Nama  : Eka Nurul Aisah

Kelas  : 3 DF 02

NPM  : 52211348

PREMI ASURANSI    

Pengertian Premi Asuransi

Premi adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi. Besarnya premi atas keikutsertaan di asuransi yang harus dibayarkan telah ditetapkan oleh perusahaan asuransi dengan memperhatikan keadaan-keadaan dari tertanggung.

Fungsi Premi Asuransi

Nasabah dapat menentukan jumlah premi yang akan dibayarkan sesuai dengan kemampuannya. Nasabah juga dapat menentukan sendiri jumlah uang pertanggungan yang diinginkan sesuai dengan kebutuhannya. Besar kecilnya uang pertanggungan akan mempengaruhi besarnya biaya asuransi yang akan dikenakan dan akan mempengaruhi manfaat tambahan yang dapat diambil. Semakin besar uang pertanggungan akan memperkecil manfaat tambahan yang dapat diambil. Di sinilah peran seorang agen asuransi untuk membuat ilustrasi manfaat asuransi dengan seimbang.

Jenis premi

Jenis premi dalam Prulink Assurance Account dibedakan menjadi premi berkala, premi pru saver ( investasi ) dan premi tunggal.

Premi berkala dan premi pru saver wajib dibayarkan secara berkala sesuai periode pembayaran yang dipilih apakah bulanan, triwulan atau tahunan. Sedangkan premi tunggal bukan merupakan kewajiban, hal ini merupakan inisiatif nasabah sendiri untuk menginvestasikan sejumlah kas untuk dibelikan dalam unit – unit  investasi.

Alokasi premi

untuk premi berkala berturut – turut th ke 1,2,3,4,5 adalah sebesar 0%, 40%, 85%, 85%, 85%. jadi pada tahun ke 1  semuanya masuk biaya akuisisi, baru pada tahun- tahun berikutnya potongan biayanya semakin berkurang. Untuk tahun ke 6 sampai tahun ke 10 akan masuk ke investasi 100 %.

Untuk premi prusaver yang masuk investasi adalah sebesar 95 % sejak tahun ke 1 sampai tahun ke 10.

Catatan : apabila nasabah menginginkan mulai tahun ke 11 dan seterusnya dapat membayar premi lagi dan ini akan 100 % menjadi investasi bagi nasabah.

Jumlah Premi

Besarnya premi pada dasarnya adalah bebas sesuai dengan kemampuan nasabah, namun telah ditetapkan besarnya adalah Rp 350 000. Hal ini dimaksudkan agar calon nasabah dapat mendapatkan manfaat standar minimal.

 

Komponen Premi Asuransi

Tarif premi yang dikenakan  terhadap suatu proyek subyek asuransi dengan bermacam – macam sifatnyadan umumnya terdiri pula dari beberapa komponen. Macam – macam dan komponen dari tarif premi asuransi diantaranya sebagai berikut:

1.      Premi Dasar

Adalah premi yang dibebankan kepada tertanggung (nasabah) ketika polis dibuat atau dikeluarkan yang perhitungannya didasarkan :

a.       Data dan keterangan yang dibebankan kepada tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi yang pertama.

b.      Luasnya risiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki oleh tertnggung.

Premi dasar inilah yang tercantum dalam polis dan umumnya tidak berubah selama data dan keterangan serta luasnya jaminan tidak berubah. Premi dasar biasanya terdiri dari tiga kelompok :

1.      Komponen premi untuk membayar kerugian – kerugian yang mungkin terjadi, yang tingginya didasrkan pada probbilitas terjadinya kerugian.

2.      Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi ( cost of operation ).

3.      Komponen sebagai bagian keuntungan ( profit ) bagi perusahaan asuransi.[1][9]

Contoh :

Suransi mobil dengan premi dasar pertahun Rp. 3.000.000,00 dengan cost exploitation 40% dan profit 5%, maka besar premi dasar :

3.000.000      =  3.000.000      = 5.454.545,45 atau

1- 0,45             0,55       = 5.455.000

2.      Premi Tambahan

Adanya kalanya data dan keterangan yang disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika menutup asuransi ketika interestnya tidak selalu sama dengan keadaan yang sebenarnya atau pada polis yang harus ditandatangani, yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap atau tertanggung menghendaki perubahan kondisi pertanggungan. Untuk penambahan data / keterangan interest yang diasuransikan atau perubahan penambahan risiko yang dijamin kepada tertanggung dikenakan tambahan premi  ( additional premium surcharge )

Contoh :

Dalam premi asuransi biasanya untuk menentukan tingginya tarif premi perlu adanya pemeriksaan kesehatan terhadap calon tertanggung. Bila tertanggung tidak mau , mungkin penanggung tetap menerima pertanggungan tersebut, dengan syarat yang bersangkutan dikenakan premi tambahan disamping premi dasar.

3.      Reduksi Premi

Potongan atas besarnya premi yang disebabkan keadaan tertentu seperti, pembayaran premi sekaligus untuk beberapa tahun, pembayaran premi melalui lembaga keuangan tertentu.

Contoh :

Terhadap premi tahunan , maka apabila seseorang mengasuransikan untuk dua tahun sekaligus, biasanya kepadanya diberikan reduksi premi. Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa apat ditentukan potongan 50% atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri belanda, Belgia , dan Inggris.

4.      Tarif Kompeni

Besaran tarif yg ditentukan oleh asosiasi perusahaan asuransi guna menghindari persaingan tidak sehat. Untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar perusahaan asuransi, asosiasi perusahaan asuransi biasanya menyusun daftar tarif asuransi.

Di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia, dengan tujuan standarisasi tariff premi dan syarat – syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari persaingan ( khususnya yang tidak sehat ). Sedangkan tarif yang ditentukan sendiri oleh masing – masingperusahaan asuransi disebut tarif non kompeni


 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s